Aku berjalan menyusuri pinggaran kota, mencoba mempelajari kehidupan sosial dikota baru aku tinggal, aku melihat begitu banyak manusia yang berlalu lalang sibuk mencari kenikmatan dunia, banyak dari mereka yang terlalu fokus mencari kenikmatan dunia bahkan tak mempedulikan kehidupan sosial mereka, kamu adalah kamu dan aku adalah aku begitu kata banyak orang kehidupan dikota ini, tapi ada juga beberapa malaikat yang kadang masih memikirkan keadaan sosial walaupun tak banyak bahkan sangat jarang.
Aku mencoba menaiki sebuah bis untuk perjalanan yang cukup jauh, aku melihat begitu banyak anak jalanan mengejar bis kesana kesini meminta beberapa uang recehan yang katanya uang tersebut untuk mengisi perut mereka dengan sesuap nasi, mereka berkata "lebih baik kami meminta daripada kami harus mencopet atau mencuri" begitu jujur kata mereka, tapi disaat mereka meminta aku mulai berpikir siapa yang tahu uang tersebut untuk makan? atau bisa jadi untuk hal lainnya? atau mungkin bisa jadi juga uang tersebut untuk hal negatif? siapa yang tahu? kurangnya pengawasan orang tua untuk mengawasi anaknya dan tak banyak pula orang tua mereka yang malah menyuruh untuk meminta uang dijalanan, mungkin bisa jadi anaknya yang tidak mau diatur dan ingin bebas sendiri, terkadang timbul rasa kasihan melihat mereka untuk uang makan saja mereka masih merasa kurang bagaimana untuk memulai sesuatu pendidikan atau untuk memulai masa depan.
Sambil didalam bis aku memainkan handponeku, aku memulai dengan membuka media sosial twitter dan ada satu hal yang mengganjal penglihatanku, aku membaca ada seorang anak yang mungkin sedang terjerat masalah dengan orangtuanya kemudian menulis status dengan kata kata kasar dia menghina orang tuanya seakan dia tak tahu begitu banyak jasa orang tuanya dalam membesarkannya, sang ibu melawan maut untuk melahirkannya dan sang ayah banting tulang membesarkannya, aku berpikir seandainya anak itu yang berada diposisi anak jalanan apa dia sanggup? Sepertinya tidak.
Kemudian di suatu malam aku melihat seorang teman yang baru saja aku kenal, dia baru saja pulang dari perjuangannya menjual kopi disuatu pasar, dikedua tangannya penuh dengan beban dagangannya, melihat begitu sontak aku langsung meminta untuk membawa salah satu beban yang ada ditangannya awalnya dia menolak tapi dengan paksaan aku berhasil membujuknya, dengan merasa tidak enak diapun membiarkan aku membawa salah satu beban bawaannya dan dengan bangga hati aku membawa salah satu bebannya dan mengikuti arah kemana barang itu akan dihantar.
Tak lama berjalan kami hampir sampai ditempat dimana bawaan itu dihantarkan tapi sebelum kami sampai ketempat tersebut kami harus melewati beberapa jalur kereta api, dan tak jauh dari jalur kereta barulah kami sampai pada tujuan, sampai disana aku melihat anak kecil dan orangtua penuh dengan tawa tanpa kelihatan ada beban, walaupun setiap lima menit sekali mereka harus berjaga untuk saling mengawasi jika ada kereta yang melintas, terkadang aku tersenyum sendiri melihat kehidupan mereka, walaupun mereka tak memiliki harta melimpah, walaupun mereka tak memiliki tahta yang tinggi mereka tetap tertawa gembira dan saling mengawasi, sejenak aku berpikir andai setiap orang bisa saling mengawasi seperti ini, saling tertawa, saling menolong tanpa mengenal batas usia dan batas harta atau tahta yang dimiliki, andai.
Goresan Mandai
Senin, 23 Februari 2015
Minggu, 15 Februari 2015
PAGI
Cakrawala membentang diatas langit
Awan berhembus mengkuti arah angin
Para bintang tertidur lelap dipagi hari
Para burung terbang bebas tak tentu arah
Pepohanan berhembus kekanan dan kekiri
Air sungai mengalir mengikuti arus
Angin pagi sejuk menusuk kulit
Dingin serasa menyentuh es
Sang anak bercanda dengan gembira
tanpa beban mereka tertawa
Sang ayah duduk membaca koran
Sang ibu sibuk menyiapkan serapan
Para ibu tetangga berkumpul bercerita
tawa canda terdengar dari mulut mereka
Para ayah sibuk bekerja
ada yang bekerja berpakaian rapi dan pergi di pagi buta
ada juga yang bekerja dengan bakat tersendirinya
Para anak memakai pakaian seragam
ada yang sewarna dan ada yang berbeda
berlalu lalang mereka mengejar cita-cita
ada yang berbaris lurus menunggu angkutan
ada juga yang berjalan, berlari, dan ada yang berjalan setengah lari
Para pemuda lalu lalang mengejar impian
ada yang bekerja dan ada juga menjadi mahasiswa
Suara kendaraan ramai dikerumanan massa
Suara para burung terkurung nyaring bunyinya
Suara ayam berkokok tak asing lagi bunyinya
Suara para ibu tetangga berkpumpul terdengar penuh cerita
Suara teng nang teng nong menandakan ayah sedang bekerja
Suara televisi terdengar menceritakan kejadian kemarin
Di pagi hari begitu banyak kejadian terjadi
ada yang bekerja
ada yang bercerita
ada yang mengejar cita-cita
ada yang mencari kerja
dan ada juga yang masih tertidur lelap terbawa mimpi
Begitu dan begitulah pagi terus terjadi.
Awan berhembus mengkuti arah angin
Para bintang tertidur lelap dipagi hari
Para burung terbang bebas tak tentu arah
Pepohanan berhembus kekanan dan kekiri
Air sungai mengalir mengikuti arus
Angin pagi sejuk menusuk kulit
Dingin serasa menyentuh es
Sang anak bercanda dengan gembira
tanpa beban mereka tertawa
Sang ayah duduk membaca koran
Sang ibu sibuk menyiapkan serapan
Para ibu tetangga berkumpul bercerita
tawa canda terdengar dari mulut mereka
Para ayah sibuk bekerja
ada yang bekerja berpakaian rapi dan pergi di pagi buta
ada juga yang bekerja dengan bakat tersendirinya
Para anak memakai pakaian seragam
ada yang sewarna dan ada yang berbeda
berlalu lalang mereka mengejar cita-cita
ada yang berbaris lurus menunggu angkutan
ada juga yang berjalan, berlari, dan ada yang berjalan setengah lari
Para pemuda lalu lalang mengejar impian
ada yang bekerja dan ada juga menjadi mahasiswa
Suara kendaraan ramai dikerumanan massa
Suara para burung terkurung nyaring bunyinya
Suara ayam berkokok tak asing lagi bunyinya
Suara para ibu tetangga berkpumpul terdengar penuh cerita
Suara teng nang teng nong menandakan ayah sedang bekerja
Suara televisi terdengar menceritakan kejadian kemarin
Di pagi hari begitu banyak kejadian terjadi
ada yang bekerja
ada yang bercerita
ada yang mengejar cita-cita
ada yang mencari kerja
dan ada juga yang masih tertidur lelap terbawa mimpi
Begitu dan begitulah pagi terus terjadi.
CINTA ADALAH CINTA
Manusia terlahir dengan sempurna
Manusia terlahir dengan takdir mengikat pada dirinya
Manusia memiliki segudang ceritanya sendiri
Manusia memiliki cintanya sendiri
Dunia begitu hampa tanpa cinta
ditengah ramai merasa sunyi
didalam sunyi terasa seperti mati
dan ketika mati malaikatpun bersedih
Cinta tak ada logika
begitu kata agnes monica
Cinta adalah anugrah sang kuasa
begitu kata band radja
Cinta tak kenal siapa kamu
begitu kata nicky dan vanesa
Cinta adalah cinta
begitu kataku
Cinta tak mengenal siapa orangnya
Cinta tak bisa diartikan dengan kata-kata
Cinta itu abstrak tak berbentuk
tapi mampu membuat orang mati seketika.
Sabtu, 14 Februari 2015
AT JAKARTA
Seorang pemuda yang bernama Yoga berasal dari luar pulau Jawa mencoba keberuntungan datang kesebuah kota yang dia dengar dari mika bahwa itu adalah kota surganya indonesia yaitu Jakarta, mencoba mencari keberuntungan dia juga sekaligus ingin menepati janjinya pada wanita bernama Mika.
Tetapi setelah dia berada dikota Jakarta semuanya tak seindah yang dia bayangkan, mika yang sebelumnya diharap kini telah berubah tambah lagi dia dipecat dari pekerjaan barunya, tetapi dibalik itu semua dia bertemu dengan sahabat satu harinya dan juga bertemu dengan keluarga kecilnya.
Di Jakarta begitu banyak kejadian tercipta dia mengenal cinta, persahabatan, kekeluargaan, kehidupan, dan perjuangan.
To be continue...
Tetapi setelah dia berada dikota Jakarta semuanya tak seindah yang dia bayangkan, mika yang sebelumnya diharap kini telah berubah tambah lagi dia dipecat dari pekerjaan barunya, tetapi dibalik itu semua dia bertemu dengan sahabat satu harinya dan juga bertemu dengan keluarga kecilnya.
Di Jakarta begitu banyak kejadian tercipta dia mengenal cinta, persahabatan, kekeluargaan, kehidupan, dan perjuangan.
To be continue...
Langganan:
Komentar (Atom)